proteksitanaman@uho.ac.id
Kontak

Prof. Andi Khaeruni (Dosen Proteksi Tanaman, FP-UHO) Penerima Paten Formula Bakteri Antagonis Pengendali Penyakit

Prof. Dr. Ir. H. Andi Khaeruni R., M.Si. (Dosen Proteksi Tanaman, FP-UHO) Penerima Paten Formula Bakteri Antagonis Pengendali Penyakit. Formula paten yang dikembangkan oleh Prof. Andi  merupakan formula bakteri antagonis yang mampu mengendalikan penyakit pustul bakteri pada tanaman kedelai yang disebabkan oleh bakteri  Xanthomonas axonopodis  pv glycines .  Pada daun yang terinfeksi muncul bercak atau bisul kecil yang berwarna hijau pucat kemudian berubah menjadi kecoklatan. Ciri khas bercak pustul adalah di bagian tengahnya terdapat noda berwarna kecoklatan dengan bagian tepi bercak berwarna pucat sampai kekuningan, bentuknya tidak teratur, dan jaringan selnya mati (nekrosis). Prof Andi meyebutkan bahwa, penyakit pustul hampir dijumpai di setiap tanaman kedelei, baik dari intensitas serangan ringan sampai intensitas berat. Hal ini dapat menimbulkan kerugian bagi para petani. Penyakit postul ini menyerang daun sehingga mempengaruhi berkurangnya efisiensi fotosintesis yang menyebabkan daya produktivitas menjadi berkurang. Selain penyakit pustul, formula yang telah menjadi paten ini juga mampu mengendalikan penyakit-penyakit lainnya seperti penyakit phylospher pada tanaman kedelai. Formula bakteri antagonis mampu menyerang agen penyebab penyakit dengan cara merombak zat kitin pada agen pembawa penyakit tersebut.

Beliau menceritkan bahwa penemuan formulasi bakteri antagonis untuk mengendalikan penyakit pada tanaman dilakukan dengan melaksanakan penelitian-penelitian mengenai mikiroorganisme pengendali tanaman yang berfokus pada bidang kajian bakteriologi. Penelitian diawali dengan melakukan eksplorasi bakteri-bakteri rizospher dari berbagai daerah di Sulawesi tenggara untuk memperoleh bakteri yang indegeneous yang mampu beradaptasi terhadap kondisi lingkungan di Sulawesi Tenggara. Dari hasil eksplorasi ditemukan suatu formula yang dapat menjadi pengendali penyakit pada berbagai tanaman, khususnya tanaman kedelei.

Pesan beliau, sebagai dokter tanaman hal yang perlu dilakukan yaitu sering berkunjung langsung ke lapangan untuk meninjau dan mengindentifikasi tanaman yang sakit, lalu dikoleksi dan diteliti di laboratorium untuk melihat apa penyabab sakitnya tanaman. Hal ini dapat melatih diri kita untuk mempertajam daya insting terhadap masalah yang ditemukan, dan jika ada pertanyaan dari para petani, kita dapat memberikan rekomendasi untuk menjawab pertanyaannya secara cepat dan tepat dan dapat memberikan masukan untuk mengatasi masalah yang mengajukan. Tak lupa pula beliau berpesan untuk mahasiswa agar tetap mengasa kreativitasnya dan memanfaatkan perkembangan IT yang begitu pesat dengan cara perbanyak mengakses sumber media pembelajaran dan membaca berbagai macam literatur terkait pengendalian tanaman dan sering-sering mengikuti praktek untuk meningkatkan wawasan di dalam bidang proteksi tanaman. Semoga kedepan semakin banyak solusi yang dapat diambil untuk mengatasi permasalahan dibidang pertanian. 🙂